BAB I
. PENDAHULUAN
Penderitaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, dan sering bertanya-tanya untuk apa hidup ini harus menderita, terutama bila dilihat dari sudut pandang Iman Kristen. Penderitaan tidak dapat dipahami begitu saja, tetapi harus dilihat dari pelbagai sudut karena berkaitan dengan banyak aspek kehidupan.
Dan penderitaan orang yang percaya tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh Yesus, dan penderitaan Yesus ini menjadi suatu contoh bagi orang yang percaya untuk menguatkan, ketika diperhadapkan dengan penderitaan. Dan dalam hal ini penderitaan orang percaya mengerjakan suatu kemuliaan yang kekal yang melebihi segala-galanya.
A. Latar belakang penulisan kitab petrus
Surat Petrus menyatakan bahwa penulisanya adalah Rasul Petrus sendiri (1:1). Ia adalah seorang “penatua” yang pernah menjadi saksi mata penderitaan Kristus (5:1). Ia memiliki kawan yang disebut “anaknya”, yakni Markus(5:13). Tradisi dengan tegas menyatakan bahwa surat ini ditulis oleh Raul Petrus, yagn menggunakan Silwanus (silas; 5:12) sebagai juru tulisnya (amanuensis). Agak pasti bahwa surat ini ditulis dari Roma yang juga disebut Babilon (5:13) sebelum Nero mulai melancarkan penganiayaan.
Surat petrus ini ditulis oleh Petrus sendiri pada tahun 60-63 M, dengan tema menderita bagi Kristus. Surat ini merupakan yang pertama dari dua surat PB yang ditulis oleh rasul Petrus (1:1; 2Petrus 1:1). Petrus mengakui bahwa surat pertama ini ditulis dengan bantuan Silas (Yun. Silvananus) sebagai jur tulisnya (5:12). Kemahiran Silas dalam bahasa Yunani dan tampak dalam surat 2 Petrus. Nada dan isi surat ini, sedangkan bahasa petrus yang kurang halus tampak dalam surat 2 Petrus. Persekkutuannya yang akrab dengan Tuhan Yesus selama bertahun-tahun melandasi ingatannya kembali akan kematian (1:11, 19; 2:21-24; 3:18; 5:1) dan kebangkitan Yesus(1:3, 21’ 3:21); secara tidak langsung Petrus tampaknya juga menunjuk kepada penampakan diri Yesus kepadanya di Galilea setelah kebangkitan menunjuk kepada penampakan diri Yesus kepadanya di Galilea setelah kebangkitan (2:25; 5:2a; bd. Yoh 21:15-23). Tambahan lagi, terdapat banyak persamaan di antara surat ini dengan khotbah-khotbah Petrus yan dicatat dalam Kisah Para Rasul.
Petrus mengalamatkan surat ini kepada “orang-orang pendatang yang tersebar” diseluruh propinsi Asia kecil kekaisaran Romawi (1:1). Beberapa di antara mereka ini mungkin adalah orang bertobat yang menanggapi khotbahnya pada hari Pentakosta dan telah kembali ke kota masing-masing dengan iman yang baru (bd. Kis 2:9-11). Orang percaya ini disebut “pendatang dan perantau” (2:11) untuk mengingatkan mereka bahwa perziarahan mereka sebagai tanggapan terhadap laporan dari orang percaya di Asia kecil tentang peningkatan perlawanan (4:12-16) yang belum didukung resmi oleh pemerintahan (2:12-17).
Petrus menulis dari “Babilon” (5:130. Kata ini dapat ditafsirkan secara harfiah sebagai negara Babilon di Mesopotamia atau sebagai ungkapan kiasan untuk Roma, pusat tertinggi dari kefasikan abad pertama. Walaupun Petrus mungkin satu kali berkunjung ke tempat penampungan golongan Yahudi-ortodoks yang besar di Babilon, dan lebih mudah menerangkan bajwa Petrus, Silas (5:12), dan, Marus (5:13) sedang bersama-sama di Roma (Kolose 4:10 ; bd. Pernyataan Papias mengenai Petrus dan markus di Roma pada awal dasawarsa 60-an dan bukan di Babionia. Kemungkinan besar Petrus menulis dari Roma pada tahun 60-63 M, pasti sebelum pertumpahan darah yang mengerikan oleh Nero di mulai (th. 64 M).
Tujuan Penulisan surat Petrus
Petrus menulis surat pengharapan yang penuh dengan sukacita ini unutk memberikan kepada orang percaya pandangan yang ilahi dan abadi bagi kehidupan di bumi dan untuk memberikan bimbingan praktis kepada mereka yang mulai mengaami penderitaan yang berat sebagai orang Kristen di dalam masyarakat kafir. Petrus khawatir kalau-kalau ornag percaya membangitkan ketidasenangan pemerintah dan menasihatkan mereka untuk menhgikuti teladan Yesus dalam menderita dengan tidak bersalah benar, dan luhur.
BAB II
PENDERITAAN YANG DI ALAMI ORANG PERCAYA DAN MAKNA PENDERITAAN
A. Menderita karena Mengikut Kristus
Penderitaan yang terjadi atau yang dimaksud dalam surat petrus ini adalah bukan penderitaan karena melakukan dosa atau kejahatan, melainkan menderita karena mengikut Yesus, didalam hal ini adalah orang-orang yang mengikut Yesus diperhadapapkan pencobaan-pencobaan atau penderitaan-penderitaan badani untuk menguji iman dan kemurnian .Rasul petrus menekankan bahwa penderitaan yang di alami orang percaya bukan penderitaan badani, bencana alam, kecelakaan, atau musibah biasa yang menimpa semua manusia yang harus dilalui karena mereka adalah orang-orang Kristen. Pencobaan yang telah ditetapkan untuk dilalui, yaitu tuduhan palsu atas perbuatan durjana, yang mungkin terlalu kuat untuk disebut “nyala api siksaan”, namun itulah pengalaman biasa bagi orang percaya ditengah dunia yang jahat ini. Walaupun penderitaan itu dihubungkan dengan Iblis, Petrus menekankan bahw aitu terjadi menurut kehendak Allah. “ Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat”[1] .Allah adalah hakimn yang adil bagi dunia ini dan bagi umatnya-Ny. Oleh sebab itu, mereka yang menderita menurut kehendak Allah harus tekun dalam perbuatan baik dan mempercayakan jiwa kepada pencipta.
B. Makna Penderitaan
Makna penderitaan yang dialami orang percaya adalah untuk membuktikan kemurnian iman, yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api, sehingga memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
B. Untuk menguji dan membuktuikan iman orang percaya kepada Yesus
Orang yang percaya dan mengasihi Yesus sebagai juru selamat, diuji benar kemurniaan iman mereka, keteguhan hati, seperti emas yang dimurnikan melalui perapian. Sehingga iman itu dalam hal mengasihi bukan hanya di mulut saja mengasihi, tetapi benar-benar dalam hati yang terdalam yang bisa dipertanggungjawabkan dan benar-benar terbukti nilainya.”[2]
Ketika Allah menguji iman Abraham, pada waktu ia harus mempersembahkan anak yang satu-satunya, yang ditunggu-tunggu, anak perjanjian, tiba-tiba Allah meminta untuk dipersembahkan, hal ini bukan berarti Tuhan Allah tidak mengerti atau mempermainkan Abraham tetapi Allah sedang menguji kemurniaan iman Abraham yang sesungguhnya. Demikian juga orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang mengikut Dia, diuji kemurnian iman, sehingga orang percaya itu dapat mempunyai iman yang bisa diuji.
BAB. III
SIKAP ORANG PERCAYA DALAM MENGHADAPI PENDERITAAN
A. Bersuka Cita dan Bergembira
Didalam menyikapi atau menghadapi penderitaan ini, orang percaya harus memahami bahwa Allah mengizinkan itu terjadi, bukan karena tidak peduli tetapi karena Dia mengasihi orang ercaya supaya dalam penderitaan itu, orang percaya bisa mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Orang percaya haruslah memandang bahwa dibalik penderitaan itu ada kemuliaan dan sukacita yang Tuhan sediakan. Dan mengetahui bahwa Allah memakai untuk kebaikan dan maksud yang mulia.”[3]
Oleh karena penderitaan orang yang percaya itu sesuai dengan teladan Kristus, maka tanggapan orang percaya tidak boleh bersikap pasif, melainkan bersukacita. Penderitaan menurut kehendak Allah mengandung kehormatan karena melaluinya realitas dan kesejatian dengan iman orang percaya itu dapat dibuktikan, walaupun harus melewati pengujian dengan api. Inilah alasan mengapa harus menjadi pokok sukacita. Selanjutnya penderitaan itu mengandung unsure menyucikan.
B. Bersabar dalam Menghadapi penderitaan
Bersabar dalam penderitaan adalah bertahan dan tidak bersungut-sungut, dan menganggap penderitaan itu adalah suatu proeses kehidupan dalam mencapai kehidupan kekal atau pemurnian iman. Dalam hal salah satu contoh didalam kitab Perjanjian Lama adalah Yusuf. Dia adalah seorang pemuda yang baik. Ia sangat dikasihi oleh ayahnya. “Yusuf diberi jubah yang sangat indah. Kasih dan berkat dari ayahnya ini menimbulkan kecemburuan dan bertumbuh membuahkan kebencian terhadap yusuf. Akibatnya Yusuf menderita sengsara yang luar biasa. Ditinjau dari segi “sebab” kesengsaraan Yusuf tidak terjadi karena kesalahannya. Ia menderita karena ia mendapat kasih sayang dari ayahnya”.[4]
Dan alur kehidupannya lagi ketika di rumah fotifar sebagai pembantu dia di hina bahwa dia bersetubuh dengan istri Fotifar, pada hal itu tidak benar. Dan bahkan dia dipenjara, karena hal ini, tetapi dalam hal ini Yusuf tetap sabar, dia tidak memarahi Fotifar, tetapi dia menjelaskan dengan baik.bahwa dia tidak melakukan hal itu.
Demikian juga halnya orang percaya haruslah bersabar ketika diperhadapkan penderitaan atau masalah apapun, karena dibalik semua ini ada sesuatu yang terindah yang Tuhan tunjukkan kepada orang percaya, seperti Yusuf yang dulunya Yusuf di hina, dianggap sebagai yang tak berarti, tetapi ketika melewati penderitaan itu, yang dimana dia dipenjara dan pada waktu itu dia bisa mengartikan mimpi ada sesuatu yang luar biasa atau rencana yang baik, bahkan dia menjadi raja. Dan dalam hal ini, seandainya dia tidask sabar atau melawan, maka hal ini tidak akan terjadi, tetapi ketika sadar dalam ancaman atau penderitaan ini, bahwa Tuhan mengangkat dia menjadi raja.
Hanya sedikit orang yang kejam dan jahat terhadap orang yang hidupnya tidak bersalah. Jika menderita oleh karena kebenaran. Inilah kemuliaan dan kebahagian bagi orang percya. Dan tak usah takut terhadap ancaman atau segala hal yang menyusahkan dari pihak musuh. Selalu berbuat baik adalah cara yang paling baik adalah cara yang paling tepat untuk menghindari dari malapetaka. Pengganti perasaan takut kepada manusia yakinlah bahwa “kuduskanlah Kristus didalam hatimu sebagai Tuhan”.[5]
KESIMPULAN
Penderitaan yang dimaksud didalam surat petrus ini adalah penderitaan karena mengikut Kristus, bukan karena mencuri atau berbuat jahat tetapi karena mengikut Kristus, yang dimana Kristus menjadi teladan dalam penderitaan-Nya. Sebab Kristus menderita kesakitan, sebab itu juga orang percya harus meniru teladan ini.
Penderitaan yang di alami orang percaya adalah se izin dasn kehendak dari pada Tuhan sendiri, sehingga dalam hal ini, tidak ada orang yang bermegah di dalam kemerdekaan yang diberikan Tuhan, tetapi justru di dalam penderitaan itu orang percaya bisa merendahkan dirinya, dan mendapat bagian didalam penderitaan yang di alami Kristus.
Tujuan penderitaan yang di alami orang percaya adalah untuk membuktikan dan menguji kemurnian iman orang percaya seberapa besar iman didalam mengasihi Tuhan, bukan untuk menjatuhkan, tetapi dalam hal ini benar memurnikan iman mereka dan untuk membawa orang percaya semakin dekat kepada Tuhan..
DAFTAR PUSTAKA
Horton. M Stanley , Akitab penuntun, (dit.Gandum Mas) hlm 2094
Eldon Ladd George., Teologi Perjanjian Baru, dit Kalam hidup, (Bandung) 2002, hlm 410
.Hinckly K. C. , Kompas kehidupan Kristen, Kalam jidup (Bandung 1996), halaman 55
Dillheimer Paul E, Kemuliaan Dibalik penderitaan, (dit Yakin : Surabaya, ) hlm 54
S. BoneDarmawan , Jangan Menyerah, dit. Kalam hidup,(Bandung 2006), halaman 23
Sutjiono. S.J., Garis besar Khotbah, (dit : Media buana Indonesia; Jakarta thn 2000), hlm295
[1] George Eldon Ladd., Teologi Perjanjian Baru, dit Kalam hidup, (Bandung) 2002, hlm 410
[2] K. C. Hinckly, Kompas kehidupan Kristen, Kalam jidup (Bandung 1996), halaman 55
[3] Paul E. Dillheimer, Kemuliaan Dibalik penderitaan, (dit Yakin : Surabaya, ) hlm 54
[4] Darmawan S. Bone, Jangan Menyerah, dit. Kalam hidup,(Bandung 2006), halaman 23
[5] S. J. Sutjiono, Garis besar Khotbah, (dit : Media buana Indonesia; Jakarta thn 2000), hlm295
Khotbah
Thema : SIAPA YANG MEMERINTAH DI DALAM KERAJAAN SERIBU TAHUN
Pendahuluan
Di dalam berbicara tentang kerajaan seribu tahun, tidak asing lagi kita denagrkan atau di khotbahkam , baik itu didalam kalangan gereja-gereja, apalagi dikalangan teolog-teolog seperti kita. Tetapi dalam hal ini mengapa saya membahas tentang pemerintahan kerajaan seribu tahun ini, karena begitu sering diperdebatkan dan di perbincangkan hal mengenai siapa yang memerintah kerajaan seribu tahun, bahkan dalam hal ini ada tafsiran-tafsiran dari beberapa orang yang mengkotbahkan yang keliru kepada jemaat sesuai dengan pandangan sendiri. Oleh sebab itu sya akan menjelaskannya sehingga kita bisa mengerti dan memahaminya.
v Yang memerintah di dalam kerajaan seribu tahun adalah Yesus Kristus bersama dengan orang-orang yang bertahan memperjuangkan atau menyaksikan iman Yesus Kristus dimasa pemerintahan anti Kristus. Jadi dalam hal ini adalah bukan gereja yang sudah diangkat pada masa pengangkatan turun kembali ke dunia, tetapi orang gereja atau tubuh Kristus yang tertinggal di bumi yang senantiasa mempertahankan iman mereka.
v Yang memerintah dalam kerajaan seribu tahun adalah:
Ø Orang yang telah di penggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus
Ø Orang yang tidak menyembah binatang dan patungnya
Ø Orang yang “tidak menerima tanda” pada dahi dan tangan mereka.
Ø Bersama Kristus dan juga orang-orang yang hidup kembali.
Kesimpulan
Jadi yang memerintah di kerajaan seribu tahun adalah gereja-gereja yang tidak terangkat atau orang-orang yang mati di penggal kepalanya karena kesaksian Kristus, dan juga mereka yang hidup kembali bersama dengan Tuhan.
Pendahuluan
Di dalam berbicara tentang kerajaan seribu tahun, tidak asing lagi kita denagrkan atau di khotbahkam , baik itu didalam kalangan gereja-gereja, apalagi dikalangan teolog-teolog seperti kita. Tetapi dalam hal ini mengapa saya membahas tentang pemerintahan kerajaan seribu tahun ini, karena begitu sering diperdebatkan dan di perbincangkan hal mengenai siapa yang memerintah kerajaan seribu tahun, bahkan dalam hal ini ada tafsiran-tafsiran dari beberapa orang yang mengkotbahkan yang keliru kepada jemaat sesuai dengan pandangan sendiri. Oleh sebab itu sya akan menjelaskannya sehingga kita bisa mengerti dan memahaminya.
v Yang memerintah di dalam kerajaan seribu tahun adalah Yesus Kristus bersama dengan orang-orang yang bertahan memperjuangkan atau menyaksikan iman Yesus Kristus dimasa pemerintahan anti Kristus. Jadi dalam hal ini adalah bukan gereja yang sudah diangkat pada masa pengangkatan turun kembali ke dunia, tetapi orang gereja atau tubuh Kristus yang tertinggal di bumi yang senantiasa mempertahankan iman mereka.
v Yang memerintah dalam kerajaan seribu tahun adalah:
Ø Orang yang telah di penggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus
Ø Orang yang tidak menyembah binatang dan patungnya
Ø Orang yang “tidak menerima tanda” pada dahi dan tangan mereka.
Ø Bersama Kristus dan juga orang-orang yang hidup kembali.
Kesimpulan
Jadi yang memerintah di kerajaan seribu tahun adalah gereja-gereja yang tidak terangkat atau orang-orang yang mati di penggal kepalanya karena kesaksian Kristus, dan juga mereka yang hidup kembali bersama dengan Tuhan.
APAKAH ORANG KRISTEN MENYEMBAH TIGA ALLAH...???
Kamis, 11 November 2010
APAKAH ORANG KRISTEN MENYEMBAH TIGA ALLAH...???
Kata Pengantar
Pertanyaan Allah tritunggal seringkali ditanyakan oleh orang non Kristen. Didalam pertanyaan ini yang di sering diajukan adalah: Apakah benar orang Kristen menyembah tiga Allah?, seperti Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus!. Apakah benar Allah beranak?, Apakah Allah dilahirkan?.
Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas terlebih dahulu menjawab memahami penjelasan dibawah ini. Mungkin bagi yang anda membaca ini akan bertanya dalam hati: ”Mengapa dimulai dari Jatuhya manusia kedalam dosa??, kenapa tidak dari penciptaan?, bahwa Allah menciptakan langit dan Bumi?, disitu jela Allah sebagai pencipta, Roh Allah, Firman?. Bagi yang membaca akan menemukan sesuatu yang baru membuat anda benar-benar percaya kepada ketritunggalan Allah.
Untuk memberi jawab kepada orang yang belum memahami Allah tritunggal, haruslah mengerti penjelasan di bawah ini sehingga boleh membawa mereka untuk mengerti dan memahami secara detail mengapa dikatakan tritunggal.
Harapan penulis kepada pembaca agar tidak keliru tentang Allah tritunggal. Itulah sebabnya penulis berusaha menerangkan dengan kata-kata sederhana yang bisa di pahami para pembaca. Dan harapan penulis agar bisa menyembah Yesus sebagai Juru selamat yang sudah rela mengorbankan diri-Nya kepada manusia oleh karena dosa manusia.
UNTUK MENGERTI ALLAH TRITUNGGAL PERLU TAHU BAHWA MANUSIA PERNAH JATUH DALAM DOSA
Sebelum manusia jatuh di dalam dosa bahwa manusia bisa bertatap muka dan berkomunikasi langsung dengan Allah sebab Adam dan hawa masih suci dan kudus. Tetapi ketika Adam dan hawa jatuh didalam dosa maka Adam dan Hawa menerima hukuman dan akibat dosa:
1. Hukuman kepada Hawa
Hukuman kepada Hawa adalah: Kejadian 3:1: ”Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau melahirkan anakmu; namun engkauakan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
2. Hukuman kepada Adam
Hukuman kepada Adam adalah: Kejadian 3:17-19: Lalu Firman-Nya kepada manusia itu: ”Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu:; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”. Itulah sebabnya sampai sekarang seorang Ibu harus sakit kalau melahirkan, dan kepada sang Bapa harus kerja keras didalam mencari nafkah. Dan tidak hanya ini manusia yang dulunya tidak merasa sakit, sekarang harus menerima akibat dosa itu menjadi sangat bersusah didalam mengerjakan pekerjaannya. Jadi karena hukuman ini maka hubungan Allah yang dulunya erat dengan manusia sekarang putus ” menjadi ada tembok pemisah antara Allah dengan manusia yaitu Dosa”.
3. Allah Mengusir Adam dan Hawa
Adanya kematian secara rohani; putus hubungan
4. Kematian Kekal
Adanya kematian kekal secara jasmani : Kejadian 3:19 = ” dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
ADANYA TEMBOK PEMISAH ANTARA ALLAH DENGAN MANUSIA YAITU DOSA
Itulah sebabnya di katakan di dalam Keluaran 33:20 Lagi Firman-Nya: ” Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” Ini adalah bukti bahwa mausia tidak bisa lagi menghampiri Allah, sebab manusia sudah kotor karena dosa. Karena kemuliaan Allah yang sangat kudus dan suci manusia tidak bisa lagi seperti yang dahulu bertatap muka. Manusia tidak bisa lagi bertatap muka dengan Allah sebab sudah kehilangan kemuliaan Allah. Jadi manusia tidak dapat lagi melihat Allah secara langsung dengan mata jasmani, kecuali Allah mengambil rupa menjadi manusia.
Oleh sebab itu Allah memilih Nabi-Nya untuk menubuatkan kedatangan-Nya di dalam perjanjian Lama, karena Allah mau berdamai dengan manusia. Manusia mau menghampiri Allah harus dengan cara membawa persembahan korban bakaran: Imamat 1:1-2 Tuhan memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam kemah pertemuan: ”berbicaralah kepada mereka: Apabila seorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. Allah itu mau berdamai dengan manusia sekalipun sudah melanggar perintah-Nya, itulah sebabnya di dalam Perjanjian Lama Allah memakai dan mengutus Nabi-Nya, yang dimana arti nabi adalah ”penyambung lidah Allah” dan tugas Nabi adalah menyampaikan pesan-pesan dari Allah kepada umat-Nya seperti: Nabi Musa = Menerima hukum taurat dari Allah dan menyampaikannya kepada umat-Nya.
BUKTI BAHWA TUHAN ALLAH MASIH BERBELAS KASIHAN KEPADA MANUSIA SEKALPUN SUDAH PUTUS HUBUNGAN
Tuhan Allah masih mencari Adam dan Hawa ketika bersembunyi di antara pohon.(Kejadian 3:9-11). Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit ”binatang” berarti Allah mengorbankan binatang yaitu domba untuk mereka (Kejadian 3:21) = ARTINYA sebagai lambang!atau gambaran bahwa untuk menghapus dosa ini haruslah ”DARAH TERCURAH yaitu Darah Anak Domba. Dan di lanjutkan kepada kisah Abraham ketika mau mempersembahkan Isak, yang dimana pada akhirnya Tuhan Allah sendiri yang menyediakan korban sembelihan itu, yaitu Domba yang tersangkut.. Ini adalah gambaran bahwa Allah sendiri menjadi korban penghapus dosa itu.
ALLAH MENUBUATKAN KEDATANGAN DAN KELAHIRANNYA MENJADI MANUSIA; YAITU YESUS KRISTUS
Nubuatan kitab Yesaya = Allah menubuatkan kedatangan-Nya sebagai ”Immanuel ” yang artinya Allah menyertai kita; Yesaya 7:14: ” Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Ia akan menamakan Dia Immanuel. Ini adalah bukti bahwa Allah mau berdamai dengan manusia.
Nubuatan kitab Yeremia: Yeremia 23:5 = Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai Raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri ini.
Nubuatan kitab Mikha: Mikha 5:1 = Tetapi ENGKAU, HAI Betlehem Efrata,hai yang terkecil di antarakaum-kaum yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
NUBUATAN KEMATIAN YESUS KRISTUS
Menjual Yesus dengan tiga puluh keping perak (Zakharia 11:12-13)
Ejekan sebelum Yesus disalib (Mazmur22:17-18)
Luka-luka yang diderita-Nya (Yesaya 55:5-7)
Tertikam karena pemberontakan kita (Yeaya 53:5)
Membuang undi jubah-Nya (Mazmur 22:19)
Sebuah tombak menembus lambung-Nya (Zakharia 12:10)
Disalib diantara dua pencuri (Yesaya 53:9)
Tidak satupun tulang-Nya dipatahkan (Mazmur 34:21).
CARA ALLAH UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA; ALLAH MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA
CARA ALLAH UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA ALLAH HARUS MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA, MENGAPA?, KARENA MANUSIA SUDAH KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH ROMA 3:23 ” KARENA SEMUA ORANG TELAH BERBUAT DOSA DAN TELAH KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH. ITULAH SEBABNYA ALLAH HARUS MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA. MENGAPA HARUS BERINKARNASI ATAU MENGAMBIL WUJUD MANUSIA?, ALASAN KARENA MANUSIA KEHILANGAN KEMULIAAN ALLAH SEBAB MANUSIA SUDAH KOTOR DI HADAPAN ALLAH. SEANDAINYA ALLAH SENDIRI TIDAK MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA, DIA DATANG DENGAN KEKUDUSAN-NYA, MAKA MANUSIA AKAN MATI, SEBAB ALLAH ITU KUDUS (KELUARAN 30:20), MUSA TIDAK BISA MEMANDANG ALLAH SEBAB DILIPUTI KEKUDUSAN ALLAH. ITULAH SEBABNYA ALLAH HARUS MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA ITULAH NAMA-NYA YESUS KRISTUS YANG MENJADI PENYELAMAT SEPERTI NUBUATAN DALAM YESAYA 7:14 YAITU IMMANUEL, DAN MATIUS 1:21,23. KRISTUS DISEBUT ANAK ALLAH KARENA ALLAH SENDIRI SUDAH TURUN KEDUNIA UNTUK JADI MANUSIA.ALLAH MENGAMBIL RUPA MENJADI MANUSIA DENGAN CARA MEMAKAI KANDUNGAN MARIA, DIMANA MARIA ADALAH PEREMPUAN KUDUS YANG BENAR-BENAR BELUM PERNAH DI SENTUH LAKI-LAKI. ALLAH MAU MERENDAHKAN DIRI-NYA, MEININGGALKAN KEMULIAAN-NYA DISORGA, BAHKAN MAU MENGOSONGKAN DIRI-NYA.
BUKTI KUAT BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DALAM PERJANJIAN LAMA
yesaya 9:5 = sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: penasihat ajaib, Allah yang perkasa, bapa yang kekal, raja damai.
yesaya 35:4-6 = bahwa allah sendiri datang menyelamatkan, dan pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan di buka. pada waktu itu orang lumpuh akan berjalan akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorai-sorai. dan penerapan ayat ini ditulis di lukas 7:22 dan yesus menjawab mereka : ” pergilah, dan katakanlah kepada yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskindiberitakan kabar baik.
BUKTI KUAT BAHWA YESUS ADALAH ALLAH DALAM PERJANJIAN BARU
kolose 2:9 = sebab dalam dialah berdiam secara jasmaniahseluruh kepenuhan ke- Allahan. dan kolose 1:19 = karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam dia.
rasul paulus mengatakan allah yang maha besar, dan juruselamat kita yesus kristus (titus 2:13).
Allah adalah roh=yohanes 4:24 mengatakan ” Allah itu roh dan barangsiapa menyembah dia, harus menyembah-nya dalam roh dan kebenaran.”
Allah adalah yesus di dalam perjanjian lama
kejadian 17:1 = Akulah allah yang mahakuasa
keluaran 3:14 = Aku adalah Aku
mazmur 18:3;28;1= gunung batu
mazmur 23:1 = Allah adalah sebagai gembala
mazmur 24:7-10 = Allah adalah raja kemuliaan
mazmur 27:1 = terang dan keselamatan
mazmur 136:3 = Allah segala allah
yesaya 40: 11 = gembala
yesaya 12:6 = yang mahakudus, Allah israel
yesaya 41:4 dan 44 :6 = aku, Tuhan, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian aku tetap dia juga.
yesaya 44:6 = raja penebus israel dan raja segala raja.
dapat disimpulkan bahwa allah itu adalah bapa sebab dia raja di atas segala-galanya.
YESUS ADALAH ALLAH DALAM PERJANJIAN BARU
Yohanes 1:3 = sbagai pencipta
Yohanes 8:58 = kata Yesus kepada mereka: aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum abraham jadi, aku telah ada.
I korintus 10:4 = batu karang adalah yesus kristus
Wahyu 1:8 = alfa dan omega, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, yang maha kuasa.
Ibrani 113:20 = maka allah damai sejatera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati gembala agung segala domba, yaitu yesus, tuhan kita.
PERTANYAAN- PERTANYAAN TENTANG TRITUNGGAL
1.mengapa di dalam kejadian 1: 1-3, ada Allah menciptakan, roh Allah, berfirman Allah! dengan jelas ketiga ini menunjukkan ketritunggalan Allah?
Jawab: allah itu adalah esa ; ulangan 6:4 tuhan itu allah kita, tuhan itu esa.
penejelasan kejadian 1:1-3 adalah:
Di surga Allah mempunyai tiga malaikat yaitu malaikat gabriel, malaikat mikael, malaikat lucifer. yang namanya malaikat luccifer adalah salah satu dari mereka pemimpin pujian di surga. pada waktu itu karena allah memakai lucifer sebagai pemimpin pujian maka timbul rasa kesombongan di hati lucifer, dia ingin menandingi allah: yesaya 14:13-14 : aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh disebelah utara. aku hendak mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang maha tinggi. yesaya 45:18 sebab beginilah firman tuhan, yang menciptakan langit,- dialah Allah- yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, dan yang menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi ia membentuknya untuk didiami ’akulah tuhan tidak ada yang lain. Jadi Allah menciptakan dengan indah (pengkotbah 3:11), tetapi mengapa bumi belum berbentuk dan kosong, gelapgulita menutupi samudera raya, dan roh allah melayang-layang di atas permukaan air?, sebenarnya allah sudah menciptakannya supaya tidak kosong, tetapi ketika kejatuhan lucifer, maka bumi rusak, sehingga Roh Allah menggemgam bumi ini.
berbicara mengenai allah berfirman (firman = λόγOς ) yaitu allah sendiri
2. mengapa ada pemakaian kita di dalam kejadian pasal 1:28?
Jawab:
jelas dalam pemakaian bahasa indonesia ”jamak adalah lebih dari satu”. arti kata ”kita” disini adalah menunjukkan kehormatan sebagai Allah yang mahamulia. contoh seorang yang terhormat selalu memakai kata ganti kita bukan saya atau aku. dan jelas dia sebagai Allah yang terhormat yang tak pernah menyembongkan diri-nya.
3. siapakah Allah itu?όJawab:
Allah itu adalah pencipta alam semesta yang menciptakan segala yang ada baik di bumi maupun disorga. Allah itu kekal dan tidak terbatas, dan tidak pernah berubah.
5. siapakah bapa itu?
Jawab:
Allah itu adalah bapa ” jikalau Allah adalah bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab aku keluar dan datang dari Allah. penyebutan kata bapa sangat jelas dia yang berkuasa raja di atas segala raja.
5. Siapakah Anak(Yesus Kristus) itu?
Jawab:
Anak atau Yesus Kristus adalah Allah sendiri yang mengambil rupa menjadi manusia. dengan tujuan Allah supaya bisa bertemu dengan manusia, Allah harus merubah wujud-Nya menjadi manusia sebab kalau Allah tidak mengambil rupa menjadi manusia dan mengosongkan diri-nya, maka manusia tidak tahan melihat allah dan bahkan mati karena kekudusan Allah. jadi Allah harus mengambil rupa menjadi manusia demi misi keselamatan manusia.
6. siapakah roh kudus.itu?
Jawab:
Untuk mengerti siapa Roh Kudus haruslah diperhatikan bahwa Allah itu adalah roh (yohanes2:24). roh kudus adalah roh Allah sendiri, yang dimana roh Allah ini selalu menuntun dan menghibur orang percaya. Jadi kalau orang percaya sedang tersesat atau sedih, maka roh Allah atau roh kudus menghibur, jadi tidak langsung Allah trus datang lalu memegang tangan kita, tetapi perlu di perhatikan bahwa Allah itu adalah Allah maha hadir dan di segala tempat dan tidak terbatas. dia menurunkan roh-nya seperti yang ada di bumi ini. roh Allah ini adalah roh-nya sendiri yang akan menuntun dan menghibur orang percaya. Jadi Allah itu tidak turun naik, sebab Dia yang mulia, yang Kudus tentu tinggal di Sorga, tidak tinggal di dunia, tetapi Roh-Nya menyertai orang yang percaya kepada-Nya.
7.Di dalam kitab suci: ulangan 6:4
Jawab:
”Dengarlah, hai orang israel: tuhan itu Allah kita, tuhan itu esa!”, dan juga di kitab lain: surat al ankabut 29: 46 ” dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: ”kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang di turunkan kepadamu: Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu: dan kami hanya kepada-nya berserah diri”.
9. Kenapa Yesus berkata dalam markus 13:32 ”hanya Bapa yang tahu!, ini bukti bahwa yesus bukan maha tahu?
Jawab:
Mengapa Yesus berkata tidak tahu tentang akhir zaman dan hanya bapa yang tahu?, karena Yesus benar-benar mengosongkan diri-nya menjadi hamba atau manusia. Yesus benar-benar tidak tahu sebab dia mengosongkan diri-nya sebagai manusia.
10. Mengapa yesus mengutuk pohon ara karena tidak berbuah; matius 11:13 ” dan dari jauh ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau ia mendapat apa-apa pada pohon itu. tetapi waktu ia tiba disitu, ia tidak mendapat apa-apa selain-selain daun-daun saja, sebab bukan musim buah ara. yang menjadi pertanyaan apakah dia tidak tahu bahwa belum pada musimnya berbuah?
Jawab:
Yesus tahu sebab tuhan yang maha tahu. di dalam hal ini ketika Yesus sebagai manusia selalu memberi gambaran atau perumpamaan kepada manusia sehingga mengerti. maksud tuhan yesus mengutuk pohon ara itu adalah suatu gambaran menjadi murid yesus yang tidak mengenal musim untuk terus berbuah. jadi kasih itu terus berbuah tidak mengenal namanya musim. kasih orang percaya itu tidak mengenal namanya musim! dalam arti ketika senang lalu berbuat baik atau ketika susah tidak berbuat baik.
11. mengapa yesus bisa tidur, lelah, haus dan lapar?.
Jawab:
Karena Allah atau Yesus 100% Allah dan 100% Manusia. jadi yang tidur atau lelah itu adalah kemanusiaan-Nya.
Kesimpulan
Allah tritunggal adalah Allah pencipta langit dan bumi yang mengambil rupa menjadi manusia serta yang mengosongkan diri-nya sebagai hamba untuk menyelamatkan manusia dari lumpur dosa. satu-satunya cara yang dipakai allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa adalah dengan cara mengambil rupa menjadi manusia!, kenapa harus menjadi manusia sebab manusia sudah kehilangan kemuliaan allah. Jadi Allah harus memakai bahasa manusia, bukan bahasa-nya sendiri, sebab kalau langsung Allah berbicara kepada manusia maka manusia akan mati oleh karena kekudusan Allah. itulah sebabnya Allah harus menjadi manusia.
Allah pencipta adalah Allah, dan Allah adalah bapa, dan bapa adalah yang mengambil wujud manusia yaitu Yesus Kristus yang di sebut Anak, dan Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang akan menuntun orang-orang percaya serta menjadi penghibur penolong, menginsafkan dunia akan dosa, ketika yesus Kristus naik kesorga. Jadi Allah sendiri menurunkan Roh-Nya kepada dunia untuk selalu menghibur dan menuntun orang percaya serta melakukan segala kebenaran ”yohanes16:11. Jadi itulah sebabnya di katakan Allah tritunggal, tiga peranan tetapi satu pribadi. peranan pertama adalah sebagai pencipta, kedua adalah sebagai penyelamat, dan yang ketiga adalah sebagai penghibur dan penolong, penuntun. Dan dalam hal ini mempunyai tugas sendiri-sendiri, tetapi yang pada hakikatnya adalah satu. Dan perlu diketahui juga di dalam hal ini, bukan berarti ada pembedaan rendah dan tinggi didalam ketiga pribadi ini, tetapi satu pribadi didalam misi-Nya untuk menyelamatkan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar